
PAMEKASAN – Setelah menunggu lebih dari lima tahun, Raji, seorang petani dan peternak sapi yang tinggal di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, akhirnya merasakan harapan untuk memiliki rumah yang lebih layak huni. Berkat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan, amal usahanya untuk memiliki Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kini mulai terwujud melalui pembangunan yang dilakukan oleh pihak TNI.
Pada Minggu (25/10/2026), Raji tampak bercengkerama dengan beberapa anggota TNI AD yang tergabung dalam Satgas TMMD di sela-sela proyek pembangunan rumahnya. Kedekatan antara Raji dan para prajurit tersebut menciptakan suasana yang hangat dan bersahabat selama proses renovasi berlangsung.
Raji menceritakan betapa sulitnya ia mengumpulkan dana dari hasil bercocok tanam dan beternak sapi selama bertahun-tahun. Meskipun sudah berusaha menabung, upaya tersebut belum cukup untuk membiayai perbaikan rumahnya secara mandiri. Keterbatasan finansial menjadi rintangan dalam mewujudkan impian rumah yang layak bagi keluarganya.
Dengan adanya program Rutilahu dalam TMMD ke-130, Raji merasakan harapan baru. Setiap hari, ia melihat para prajurit dan warga setempat bekerja bahu-membahu dalam membangun rumahnya. Keceriaan pun menghiasi hari-harinya, mengingat pembangunan ini diharapkan bisa menciptakan rumah yang lebih nyaman untuk dihuni.
Lebih dari sekadar membangun fisik tempat tinggal, kehadiran anggota TNI mendekatkan hubungan emosional antara Raji dan mereka. Ia merasa seperti memiliki keluarga baru, di mana ungkapan terima kasihnya kepada para prajurit datang dari hatinya yang terdalam.
Serda Dimas, salah satu anggota Satgas TMMD ke-130 Pamekasan, mengungkapkan rasa syukur atas sambutan hangat dari Raji. “Kami di sini untuk membantu masyarakat, dan kami berterima kasih telah diterima dengan baik,” jelasnya. Kisah Raji mencerminkan bahwa program TMMD tidak hanya berkisar pada fisik bangunan, tetapi juga menumbuhkan harapan di hati masyarakat yang memerlukan.
