
Muna – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 dari Kodim 1416/Muna memberikan peringatan kepada siswa agar lebih berhati-hati terhadap individu yang menjanjikan kelulusan dalam seleksi penerimaan anggota TNI Angkatan Darat (AD) dengan meminta uang.
Hal tersebut disampaikan dalam acara sosialisasi yang bertujuan untuk memberi informasi mengenai perekrutan prajurit TNI AD, yang dilaksanakan di SMAN 1 Kabangka, Desa Lupia, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna, pada hari Sabtu (31/10/2026).
Acara ini adalah bagian dari program nonfisik TMMD ke-130, dan mengundang Mayor Inf Destamar Jaya, Pasiter Korem 143/HO, untuk menjadi pemateri. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai jalur untuk bergabung sebagai prajurit TNI AD, yaitu melalui Taruna Akademi Militer (Akmil), Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK), Sekolah Calon Bintara Prajurit Karier (Secaba PK), dan Sekolah Calon Tamtama Prajurit Karier (Secata PK).
Mayor Inf Destamar Jaya juga menekankan bahwa pada tahun 2027, TNI AD akan membuka kesempatan penerimaan prajurit dalam jumlah besar. Oleh karena itu, ia mengingatkan siswa yang bercita-cita menjadi anggota TNI untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik dalam hal administrasi maupun kemampuan fisik.
Salah satu poin penting yang disampaikan dalam sosialisasi adalah bahwa seluruh proses pendaftaran untuk calon prajurit TNI AD tidak memerlukan biaya. “Proses pendaftaran dan segala sesuatu yang terkait dengan penerimaan TNI tidak dipungut biaya. Hindari janji-janji dari pihak lain yang menawarkan kelulusan dengan imbalan uang,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa tawaran semacam itu merupakan tindakan penipuan yang merugikan calon peserta.
Lebih lanjut, dia mengajak generasi muda untuk menyadari bahwa menjadi prajurit TNI berarti siap untuk mengabdikan diri kepada negara dan bangsa. “Menjadi anggota TNI adalah tentang komitmen untuk mengabdi secara total kepada NKRI,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini sangat penting dalam rangkaian TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna, karena pembangunan desa tidak hanya tercipta melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan peningkatan pengetahuan serta pemahaman masyarakat, terutama generasi muda. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, para siswa di SMAN 1 Kabangka dapat lebih memahami proses penerimaan prajurit TNI AD dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghindari penipuan yang berkedok kelulusan seleksi.
